Ketika kamu bertasbih dengan mengucap Maha Suci Allah. Hakikatnya Dia ingin menceritakan melalui sirr-mu bahwa Dia Maha Suci dari segala apa yang kamu bayangkan. Dia Laisa Kamislihi Syaiun. Tiada sesuatu pun serupa dengan-Nya.
Perkara paling penting di sini adalah: 1- DIA itu âlaisa kamislihi syaiunâ (tidak menyerupai mana-mana pun baik kejadian atau khayalan); 2- DIA maha besar (seluas mana pun manusia eksplorasi atau ciptaan pun, kekuasaanNYA tetap tidak dijangkau); dan. 3- Keupayaan itu adalah hak milik sepenuhnya dari DIA. Inilah antara intipati dari ILMU
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kajian Dimana Allah ini Umi Mimi ambil dari Youtube Ahmad Zainuddin, jangan lupa subscribe share, like, comment di video Youtubernya ya, karena kajian Dimana Allah ini bukan milik Umi Mimi, insyaAllah bermanfaat sebagai tambahan ilmu untuk bekal kita, dan pemberi materi kajian berserta timnya diberikan barokah yang tidak ada habisnya dari Allah
Tuhan dalam wujud konkrit seperti makhluk. Hal ini jelas berlawanan dengan firman Allah yang berbunyi: âLaisa Kamislihi Syaiunâ (Allah tidak menyerupai apapun). 2. Ketika Ibn Taimiyah mengharamkan ziarah kubur, ia menyatakan :âbahwa pergi ke kuburan para wali itu tidak masyruâ, tidak boleh, 12 HA.
âBeliau kemudian membaca ayat, artinya, âDan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.ââ (Qaf: 39) (Muttafaqun âalaih) Melihat Allah. Puncak kebahagiaan itu adalah ketika seorang hamba dapat melihat Allah Subhanahu wa Taala, sebagaimana isyarat hadits di atas.
nVd5pFh.
laisa kamislihi syaiun artinya adalah